Friday, November 4, 2011

Vote Komodo

Sebelum 15 Oktober, tarif SMS dukungan kepada Pulau Komodo untuk menjadi salah satu keajaiban dunia berbayar Rp 1000 per SMS. Lalu kemana dana tersebut?

Ketua Pendukung Pemenangan Komodo (P2K) Emmy Hafild enggan menyebutkan perihal peroleh dari SMS tersebut.

"Itu tidak bisa saya sebutkan karena bersifat confidential. Tapi nanti akan diaudit," ujar Emmy kepada wartawan saat menggelar jumpa pers terkait polemik Vote Komodo di kantor pusat PMI, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (4/11/2011).

Emmy meminta SMS berbayar tersebut jangan dijadikan polemik. Hal serupa juga terjadi dalam voting ajang pencarian bakat yang marak digelar.

"Kenapa SMS idol-idolan itu tidak dipertanyakan. Toh itu juga uang rakyat," imbuhnya.

Sebelumnya, pakar telematika dari UIN Abimanyu 'Abah' Wachjoewidajat menilai ada sejumlah kejanggalan dalam vote SMS dukungan pulau Komodo itu. Keganjilan itu menurut Abah, dimulai saat gembar-gembor di media jejaring sosial, twitter bahwa SMS Komodo ke 9818 gratis, namun pada kenyataannya tidak gratis melainkan bayar Rp 1.000.

Konon sudah ada sekitar sejutaan orang yang mengirim SMS Komodo saat tarifnya masih Rp 1000. Itu berarti pengelola SMS Komodo mendapatkan pemasukan Rp 1 Miliar. Itu berarti pengelola SMS Komodo mendapatkan pemasukan Rp 1 Miliar yang tentu penggunaan uang ini perlu dipertanyakan kemana.


Dari berbagai sumber : www.detik.com

No comments:

Post a Comment